Pengunjung

Rabu, 07 Maret 2018

Hujan Hujan Pulang Kerja

rambutmu baru saja dikibarkan angin
ketika kauberlarian mengindari hujan ini
di luar atap tempat kita berteduh
hanya ada kendaraan berjalan gaduh

"apakah kamu tidak mencintai hujan?"
aku bertanya lalu mendengar kau tertawa

kertas kertas yang kaupeluk lebih penting dari segalanya
sedang bermain hujan bisa nanti kapan saja
dari tumpuk kertas itu kamu hidup dan makan
menikmati hal hal di luar tabungan pernikahan

hujan tiba pulang kerja dan tidak kunjung reda
ia membiarkan kita berkenalan tentang nama,
tentang kota, tentang hal hal sederhana
dan kulit kecil lain yang terbatas terbuka

lain hari akan ada yang berkenalan denganmu
dan mampu merayumu tersipu ngilu
guna mengusahakan keakraban lebih

sedangkan aku sesusai ini:
sisa usia sepenuhnya hanya diisi
hari libur jatuh cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar