Pengunjung

Sabtu, 13 Mei 2017

Menantimu

menantimu dari jendela hanya
membuatku seperti nelayan yang enggan
mendayung sampannya sebab lautan
telah dihapus pemerintah dari peta.

Tidak ada alat musik yang dapat kumainkan
atau kata kata yang mau kaudengarkan.
Keinginan di kepalaku: hanya hutan

atau hal hal lain yang harus dihapuskan.

Gedung tinggi itu akhirnya berdiri
menghalangi bulan untuk kutemui. Hanya puisi
satu satunya tempat aku meletakkan mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar