Pengunjung

Minggu, 19 Februari 2017

bungamu mati

bunga mekarmu akhirnya mati
dihujam hujan yang diam diam ternyata
menenteng taring taring belati

tiga tahun lalu kamu menanamnya tepat
di halaman bawah kepalaku lalu
hujan merawatnya sangat hangat

hujan juga jadi satu satunya perawat taman,
ikan ikan, kenangan, atau apa saja yang
orang orang sengaja selalu lupakan

setelah rubuh bungamu mungkin kedepan
giliran gedung dan kekasih barumu yang
dikubur hancur oleh hujan

maaf jangan marahi hujan hujanku
sebab bahkan bungamu sudah tidak kenal kamu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar