Pengunjung

Rabu, 23 November 2016

dua puluh satu deras hujan

tiada yang terlupakan bahkan
semua segar sebagai kenangan
cuma memang sukar mengingat lagi
hingga hujan tiba pagi ini

maka mekarlah janin ingatan
yang aku baca berdua bersama Tuhan
tentang tubi tajam kehilangan juga
segala rupa bahagia yang punya kadaluarsa

rintik itu tiba mengetuk perhitungan
bahwa aku sudah punya lima ibu
dan dua belas kerudung jadi masa lalu
belum lagi beban badan lain yang tak terbukukan

sungguh syukur sanggup hidup selama
dua dekade tanpa asuh orang tua
hingga akhirnya usia sudah terlalu lawas
untuk tuntut hal hal hilang tak terbalas

semoga rintik hujan tetap terus turun
tiap tanggal tangisku berulang tahun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar