Pengunjung

Rabu, 20 Juli 2016

Kurang Kamu

Senja sunda yang sekejap ini menggantung gantung tak berujung, di pangkal kepala pula di tegukan terakhir. Ternyata manusia bisa bercinta pada apa saja, kepada kopi, kejadian, dan tempat ini juga.

Kukagumi tubuh kopi, sentuh tempat ini, dan tumpuk buku berapi api, belum lagi hujan kecil lucu penuh birahi. Sungguh, seandainya kau di sini. Sungguh, seandainya kau di sini.

Bila saja bisa kita kemari berdua atau bersama siapa saja, akan kukenalkan kau kepada ramahnya yang serupa rumah. Karna dalam hal hal penyala bahagia serupa tiap titik tempat ini, bersamamu selalu ingin kubagi.

Jika ada yang sanggup jadikan senja ini semakin sempurna, sungguh hanya hadirmu saja.


- bandung, 17 juli 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar