Pengunjung

Kamis, 10 September 2015

Kudengar, Kau Putus dengan Pacarmu

Bodohnya tak kusempatkan masa masa menyaksikan pemakaman pacarmu. pula sebenarnya aku tak pandai pura pura tak tertawa di kematian orang yang membenciku.

jujur juga aku membenci pacarmu. ia beratus ratus pagi kau akui sebagai yang kau cintai. berpuluh puluh sore membonceng bokong perempuan yang kusesali.

kini kau di kos kosan kesepian dan merawat kesedihan. melupakan dia, menantikan nyala. sedang aku tak pernah kepikiran melawan kenangan. kenangan selalu punya cara memasukkan tubuhnya ke ingatan, meski sampai di masa depan.

kenangan, sekelu apapun, tetaplah keajaiban. ia tetaplah pula kenangan yang sama ketika aku pulang sekali lagi, dan sekali lagi merubahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar