Pengunjung

Rabu, 12 Agustus 2015

Pria Penunggu Depan Muka Jendela

Kau bodoh benar jika melukanya
Bukan sebab kepantasan atau baik rupa
Tapi kebal hatinya akan permohonan dan lara
Tolak telak kamu padanya cumalah cuma cuma
Ia minta kembali dan kau enggan lagi
Katamu kau temu kasih baru yang lebih pagi
Katamu ia bukan kadomu dan tak boleh sepi
Dan kau tolakkan pintanya berkali kali berkali berkali
Pria di depan muka jendelamu itu menunggu
Dan segera terpenjara jadi engsel pintu
Ia setia baru dan sedia haru
Selain kepada tari sapa wajahmu
Jika nanti ia mati pada suatu hari apa
Mungkin namanya tetap berjudul bekerja sebagai tetangga sang jendela
Malaikat pun mencatat dosa doanya itu itu saja
Mencintaimu dan selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar