Pengunjung

Senin, 31 Agustus 2015

Betapa Aku Tak Punya Mereka

Sering kudengarkan teman teman pria betapa membenci ayahnya. Aku lebih suka mendengar kelu keluh mereka, ketimbang pindah bercerita tentang ayah yang kupunya. Aku takut tiba tiba ayahku mereka benci, melebihi mereka membenci ayahnya sendiri.

Ayah kuanggap suatu hal yang aku tidak butuh. Bukan karna kami langka berjumpa atau sudah sedari bayi aku ditinggalkan. Ah, tidak. Bukan ditinggalkan, tapi dititipkan. Semoga itu diksi dosa yang lebih sopan.

Ayah tak kubutuhkan karna tugasnya telah tamat. Menjadikan aku bayi bagian bumi dan mewariskan sifat lambang bajingan, semua sudah ayah selesaikan.

Aku juga tidak butuh ibu, telah terjumlah banyak ibu bagiku ; buku buku, bumi, dan perempuan perempuan yang ayah nikahi, juga tetap semoga kuanggap ibuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar