Pengunjung

Jumat, 06 Maret 2015

Sebuah Lalu Memekar Baru

kamu datang lagi dengan rumah ramah 'bak pagi hari murni. dengan sapa sapa cinta mesra cerita lama mengingatkan kenangan tanpa bosan tanpa sopan.

lalu segalanya terbuka nyata tentang kenang yang hilang mengingat ikat erat. kita bercanda canda kecil dalam usil penuh jahil yang didamba perpisahan hujan ramadhan.

ah, perempuan yang didamba kini pulang. meminta puisi dan senyum di pipi. sudah kugenapi dan jadi, semoga setelahnya dia tak pergi lagi setelah curi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar