Pengunjung

Rabu, 25 Maret 2015

Aku Ternyata Segini Saja

Aku ternyata sesepi ini, memuisikan arti hari sendiri, pula menanyai kabar hati yang mati. Juga sendiri. Semua rasa sama saja, cuma sisa sisa dongeng mimpi yang tak kenal pagi ria.
Aku ternyata sesepi ini, ingin segera sampai pada Juni, supaya hujan meneman lagi dalam tunggu tanya segala malam yang maya. Segeralah datang hujan yang hilang, bawa aku pulang pada senang riang rintikmu yang cantik.
Ini bukan pertama sekali, sepi memang sering menjemput tanpa berkabar. Tiba tiba ia mekar di kepalaku yang hambar, menang berulang ulang dan melahir tangis yang panjang.
Mataku keluar jendela, tiada apa selain cela cela langit yang aku dan masa lalu dulu menghitung bintangnya bersama. Tanah tanah juga cuma punya sisa sia basah malam: embun dan tangisku. Ah, aku ternyata sesepi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar