Pengunjung

Kamis, 05 Februari 2015

Pertama Untuk Selamanya ( Sebuah Pertemuan)

-Meer

Bintang lembut menyiram malam yang padam di sebuah pinggiran kolam. Bulan bundar oktober meniupkan tenang nyawa bayang tawa yang pedang.

Aku dikenalkan olehmu, dalam seketika debar yang menjalar mekar tanpa kelar. Pada malam itu aku tenggelam, bukan ke kolam, tapi pada matamu yang hitam bening dan dalam. 

lalu seketika seperti ada jeda bernama cinta, saat kamu sebut namamu yang paling puja dan paling karya. Aku tak pernah menghafal nama secepat itu sebelumnya.

Hanya kelu dan malu sepanjang keberadaanku diantara percakapan itu. Harus apa aku diantara tawa mereka yang raya. Mengeja kecantikanmu saja aku tak bisa.

Aku berterimakasih pada malam, pinggiran kolam, dan rekan rekan kita silam. Malam paling tentram sepanjang hidupku, terimakasih pada Tuhan untuk itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar