Pengunjung

Jumat, 16 Januari 2015

Aku Burung Kamu Hujan

Aku burung, kamu hujan. Adalah aku yang mencintaimu tanpa berani menyentuh. Yang setiap datang kamu aku berteduh, pada pohon pohon dan rumah rumah. Menyaksikan kamu berjatuhan dengan indah. Menyembunyikan kagum cinta yang megah.

Setelah kamu reda aku terbang, bukan sekedar mencari senang juga tenang. Setelah kamu reda aku terbang, mencari tempat tempat dimana bekas tetesmu tergenang. Di situ kamu mulai kukenang, lalu aku meminum bekas hadirmu, menghapus haus yang terasa tersisa.

Lalu pada langit cerah aku mulai berkicau, kicau nyanyian kerinduan juga harapan, doa doa supaya kamu hadir lagi segera. Pada tiap tiap kicauku ada rindu, pada tiap tiap tetesmu aku candu.

Aku burung, kamu hujan. Adalah aku, yang hidup dari sisa sisa tetesmu.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  2. kamu aku nominasikan di Liebster Award http://catatantikka.wordpress.com/2015/01/19/liebster-award/ 

    BalasHapus