Pengunjung

Sabtu, 11 Oktober 2014

Dari Dulumu yang Dalam

   Aku titip salam, pada lugumu yang mati oleh laki laki pelarian yang berego tinggi dan begitu anti padaku ini. Mungkin dia iri, mimpi mimpi kita sangat asri asli.
   Sesekali 'kan kau temukan kepolosan pada kinimu yang setan. Sesak kebaruan keburukan kebutaan. Buta tentang keaslian kamu yang tak lagi hujan.
   Jika ada waktu beberapa jam, sesekali temuiliah bekas bekas teman dan bekas kekasihmu ini. Sekedar penyadar memarmu yang mekar. Sekedar berbincang tentang mimpi yang gagal, rasa yang tanggal, juga kisah yang tinggal dan tunggal.
   Jika hanya ada waktu beberapa menit, cukup bacalah tulisan tulus yang tetap ini.
   Dan jika hanya ada waktu beberapa detik, temuliah aku, sekedar beri makan rinduku dengan senyummu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar