Pengunjung

Kamis, 18 September 2014

Gadis Berbisa dan Anjing Hijaunya

     Sepuisi keji tentang nyata gadisku, sang gadis kecil yang berbisa. Jutaan belas kasih ingin selalu kuludahi ke mukanya, sebagai bentuk duka atas simpah tawanya yang penuh luka.
     Gadis kecilku yang berbisa kini tak lagi punya teman. Mengasah belati bersama kasihnya lah waktunya dihabiskan. Pada ciuman ciuman asinglah mulutnya banyak digunakan. Gagak gagak merah di hatinya bertaburan. Gadis kecilku, kini sibuk merakit sakit. Menggumpal semesta dengan yang dibanggakan, si anjing hijau kekasihnya. Si anjing hijau pengubahnya.
     Daraku, aku mana peduli, sayang. Mata ularmu dan mancung busukmu akan tetap ku cinta. Hatimu yang batu juga otak kanvasmu, sungguhlah maha puisi bagi hari hariku. Sisa sisa kebutaanku tentangmu akan selalu ada. Kita akan selalu kembar di mata dunia.
     pulanglah, sayang. ku siapkan jeruji api untuk si anjing hijaumu. Gadis kecil berbisaku, mohon pulanglah, sayang. Biar taringmu ku peluk hingga busuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar