Pengunjung

Selasa, 22 Juli 2014

Dear, Jessie

Aku selalu ingin menyampaikan ini, pada titik yang kamu sebut dengan sepi.

Ketahuilah, Jessie

Ada tangan yang selalu berharap genggamanmu, walau malu kerap membuatnya enggan. Bahkan hingga di akhir perjalanan, keinginannya tetaplah hanya keinginan. 

Entah dimana di sudut mana, ada pundak yang setia sedia kamu tunggangi, jadi cangkir untuk tangismu yang tetap tumpah banjiri hatinya.

Sebuah nama selalu berharap kau panggil, bahkan namanya ingin memeluk namamu, menyatu dalam serangkaian huruf-huruf impian. Sebuah nama yang selalu berharap kamu hubungi, ingin jadi yang paling terang di contact handphone milikmu.

Ketahuilah, Jessie

Ada yang ingin menjadi kekasih abadimu, memilikimu selamanya. Tapi dia tak mengorbankan apapun untukmu, sebab segala yang dia perjuangkan untuk cintanya, dia tak pernah merasa itu adalah pengorbanan. Baginya, cinta memang sewajarnya begitu.

Jessie, ada yang tak pernah berhasil menjadi pelupa mengenai segalanya tentang dirimu.

Entahlah, ada seseorang yang suka menyebut namamu. Seperti mengunci pintu walau tidak pergi, kebiasaan. Kebiasaannya menyebut namamu setiap hari.

Baginya malam terlalu sunyi, baginya pagi terlalu sepi. Mungkin sebab itulah dia mengingatmu saban hari. Baginya siang terlalu gaduh, baginya sore terlalu riuh. Mungkin sebab itulah dia mengingatmu seharian penuh.

Percayalah, ada yang sedang mencintaimu. Jika nanti kamu sedang bersuka cita, datang dan peluklah dia. Bahagiakanlah dia sesekali. Sebab baginya, kamu sangatlah berarti.

.
Jessie,...


“ Iya? ”

“Nggak, gak apa.aku suka aja nyebut nama kamu.” :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar