Pengunjung

Minggu, 08 Juni 2014

Mungkin, Itu Aku yang Lain

Jika di persimpangan jalan,
Kau jumpa wajahku yang lelah dan muram
Hingga tak menyapamu dan senyumku terbenam
Mungkin, itu adalah aku yang lain.
     Jika di sebuah hari ada pertengkaran,
     dan ada ucapmu yang tak kudengarkan
     Atau kata-kataku tak lagi menenangkan
     Mungkin, itu adalah aku yang lain.
   Bahkan, jika segala kataku renyah ciptakan tawa
   Atau karna sempurnamu, kau ku puja bersama mesra
   Mungkin, itu juga aku yang lain.
Karna berjejer yang tak kau tahu
Bahwa aku mencintaimu dalam gila dan bisu
Bahkan hanya dalam diam
Atau kadang jalan tapi bungkam
   Karna nyatanya,
   Mataku adalah yang berkiblat padamu
   Karna nyatanya,
   Senyummu adalah segala, tawamu alihkan semesta
Dalam damai, dalam ramai.
Jangankan tuk berkata,
menatapmu lesu jantung
Jangankan tuk bicara,
bertemu saja hati merdeka
     Malamku adalah, ada wajahmu sebelum tidur
     Pagiku adalah, masih wajahmu tanpa libur
     Hari-hariku, mempuisikanmu sepanjang umur
Tapi beginilah aku,
tetap bisu jadi candu.
    Maka jika nanti terjadi,
    padamu ku baca puisi ini
    Mungkin, itu adalah aku yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar