Pengunjung

Rabu, 12 Maret 2014

Surat Jujurku

Selamat Pagi,


Kepada yang membutakanku atas indah-indah lainya, ku tuliskan ini ditengah lelah fikirku tentang semua yang diantaranya ada terlintas wajahmu. Wajah yang aku selalu punya waktu luang untuk memunculkannya.
Entah makhluk apa kamu ini, keindahannya tiada pahit-pahitnya, manisnya tiada habis-habisnya. Kau adalah yang selalu bisa mengundang mataku kearahmu. Indahnya dirimu, kekasih.
Dalam tulisan ini, ijinkan aku menyebutmu “kekasih”, ya? Sebagaimana apa yang aku selalu bayangkan dalam kerdip-kerdip mataku menjelang tidur.
Kekasih, sebenarnya jika kamu sadari, aku ini tak pernah bisa bertingkah sebagaimana mestinya jika sedang dihadapanmu. Aku selalu malu-malu. Kalaupun saat itu aku sangat riang, keriangan itu adalah karna aku sedang bersama manusia yang senyumnya begitu ku puja, kekasih.
Untuk kamu yang ku harapkan membaca ini, ketahuilah bahwa tawa-tawa kita adalah huruf vokal dalam setiap kalimat hidupku. Teruskanlah kekasih, teruskan. Tertawalah terus bersamaku.  Aku ingin terus tenggelam disana, dalam ruang jutaan bahagia milik berdua.
Untuk sementara ini atau entah beberapa jam kedepan, akan ku nikmati membayangkan keindahan dari kemesraan kita. Mau bagaimana lagi, aku memang hanya bisa membayangkan. Dan biar ku nikmati ini hingga detik-detik yang kulalui tanpamu telah habis.
Kekasih, ingin sekali kusentuhkan jariku pada hidung kecilmu, sentuhkan tanganku pada wajahmu.
Entahlah, parasmu selalu jadi kiblat mataku, menjadi bahan kebahagiaan setelahnya. Parasmu itu ubah mataku jadi gugup-gugup terpesona. Mulutku jadi bisu-bisu penuh cinta. Sudahlah, mataku pasti langsung tuli jika muncul dirimu. 
Hebat sekali, kamu hasilkan jutaan keindahan, hadirkan banyak pesona kenangan setelahnya.
Kamu indah sekali kekasih, langkah-langkah ceriamu itu diwarnai senyum-senyum kecil penuh arti, diatasnya ada mata mengkilap yang terbangkanku kedalamnya, lama sekali.
Dan lain lain, dan sebagainya. Aku tak bisa menerjemahkan banyak tentang keindahanmu di tulisan ini, aku hanya pandai kagumi saja.
Selamat pagi kekasih, pesonakan aku lagi hari ini, ya ?


Yang mencintaimu dalam buta dan bisu,
Aku 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar