Pengunjung

Senin, 03 Maret 2014

Rinduku Gaduh

Detik kita bersatu, menjadi sangat sebentar
kemana lagi kita hari ini sayang?
Sulaplah lagi hariku menjadi cepat,
ketika senyummu bekukan mataku.
Sulaplah lagi menitku menjadi rapat,
ketika tawamu buat sepiku berlalu
     
Sedih akhirnya mengalah,
karna senyummu mulai menyerang kepalaku
Ciptakan bekas bahagia tak berpunah
yang orang-orang menyebutnya rindu

Wajahmu bertelur ribuan di benakku
Hingga akhirnya rindu mulai hangat,
menetaslah ia satu persatu

Aku duduk dipojokan hujan
Mencari kamu yang ku maksudkan 
Makin bersandar dalam dingin
aku merindukanmu sangat rajin

Aku tak perlu lagi mengeja wajahmu
karna aku hafal sepenuhnya
dari warna mata hingga nada suara
Tapi sayangnya, ini semua nyata menyiksa.



-24 februari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar