Pengunjung

Senin, 10 Maret 2014

Patahan Kepergian

Aku ini pergi tapi seperti mati
Aku ini pergi tapi tiada yang mencari
Inilah yang kusebut percumah
hatiku makin hari makin patah.
Patah.
Patah.
  
Apakah kau fikir aku benar membencimu?
Apakah kau fikir hari-hariku makin bahagia tanpa hadirmu?
Mana bisa bodoh. Mana bisa?
Sedang bentuk cinta dan warna bahagiaku
tertinggal diwajahmu

Kau ini bagaimana,
janji-janji cinta muda kita kau lupakan
Wajahku kau kubur dengan orang-orang baru
Kau ini bagaimana,
kebutuhan kita untuk terus bersama kau abaikan
lalu berpura-pura mengkilap tanpa malu

Apakah kau mengerti akan kesepianku?
Apakah kau mengerti tentang cinta dan kekagumanku padamu
Tentang betapa bahagianya aku melihat tawamu.

Pikiran masih menyanyikan tanya
Apakah kembali atau tetap disini
karna aku tak benar pergi
Aku mengawasimu dalam rahasia
dalam sepi-sepiku diantara bahagia-bahagiamu
Aku pengawasmu nomor dua
Setelah Tuhan dan malaikat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar